Aku baru saja download PocketBlogger versi 1.2 dan mencoba kirim lewat Pocket PC. Semoga berhasil. Sayang tidak seperti tambahan program untuk Microsoft Word yg bisa kirim kalau sudah tulis. Kini kebalikannya connect dulu baru nulis. Tetapi cukup asik juga jadi tidak perlu musti buka PC kalau mau tulis isi kepala.
Selanjutnya saya tinggal tulis di PocketWord dan copy paste ke program ini lalu send.
Jumat, November 25, 2005
Dari Pocket PC
Jumat, November 11, 2005
Hidup yang Kosong
Hari ini saya merasa sepi dan kosong. Di kantor rasanya kosong mau mengerjakan apa, padahal banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Kosong dan malas untuk memulai mengerjakan sesuatu. Ini bukan yang pertama, dulu aku juga pernah seperti ini, malas untuk melakukan sesuatu, malas untuk menyelesaikan sesuatu, kosong dan ingin bebas.
Hidup ini untuk apa sebenarnya. Untuk apa kita hidup dan menjalani kehidupan ini. Dari hari ke hari kosong. Setiap hari ada tertawa, setiap hari ada jengkel, setiap hari ada sedih, setiap hari ada kawatir, setiap hari ada capek, lapar dan mengantuk. Besok pagi bagun juga mengalami hal-hal yang sama dan dari tahun ke tahun tetap seperti itu.
Saat manusia telah dewasa dan telah padat waktunya, maka hidup ini terasa hampa, setiap hari hanya masalah ini dan ini saja sambil menunggu matinya. Untuk apa?
Saat kita melihat jauh kedepan, melihat janji Allah tentang kehidupan sesudah kematian, tentang pahala, mahkota, upah dan kerjaaanNya. Seharusnya kita mengejar hal itu. Seharusnya kita bersemangat untuk itu.. Tetapi bagaimana dengan kehidupan kita didunia, kita butuh uang untuk hidup didunia ini dan untuk mencarinya kita harus bekerja dan bekerja itu menyita banyak waktu, tenaga dan pikiran kita. Tidak mungkin kita mendapatkan keduanya. Hidup berkecukupan dan kemuliaan yang besar di Surga. Tidak cukup waktu untuk keduanya. Mana yang harus aku pilih? Dalam hati kecilku aku mengharapkan dapat mengejar harta yang kekal tersebut sehingga hati ini tidak menjadi kosong tetapi dilain pihak aku membutuhkan uang lebih untuk kehidupan yang layak dan berkecukupan. Mana yang harus aku pilih?
Jika aku seorang bujang seperti pada saat aku sma atau kuliah, hidup sendiri tidak ada beban maka hidup seperti rasul-rasul juga tidak masalah, tidak ada beban, mau makan tidak makan, tinggal disana atau disini, tidak pakai atau pakai, tidak ada yang membebani selain diri sendiri. Tetapi kini aku sudah beristri dan memiliki dua orang anak yang lucu, mereka semua aku cintai dan mereka semua membuat aku tidak mungkin tidak membuat mereka berkecukupan dan terpelihara secara jasmani. Bekerja dan bekerja menghasilkan uang dan didunia ini semua keperluan, kebutuhan dan keinginan ditukar dengan uang.
Apakah aku telah menjadi hamba uang? Aku tidak bekarja gila-gilaan, masih ada waktuku untuk anak adan istriku, masih ada waktuku untuk beribadah, masih ada waktuku untuk banyak hal tetapi semuanya terbatas, tidak bisa lebih. Aku juga tidak memburu uang dengan segala cara, sebab cara yang tidak berkenan dihadapan Tuhan aku berusaha untuk menghindari. Bahkan oleh karena itu maka aku tidak bisa mendapatkan hasil maksimal. Bekerja tanpa bohong, tanpa uang pelicin, tanpa mulut manis dan lain-lainnya yang tidak diperkenan Tuhan walau kadang juga terjatuh dalam hal-hal tersebut. Aku juga berusaha mencukupkan kebutuhan dan keinginanku sesuai dengan penghasilanku, berlajar barpada. Tidak, aku bukan hamba uang.
Bukan hamba uang, tetapi telah terikat dengan uang. Tanpa uang bagaimana kita bisa hidup didunia ini? Dan untuk mendapatkan uang bukankah kita harus bekarja, memberikan waktu, tenaga dan pikiran kita. Dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun. Aku marasa hidup kosong dan sia-sia, semuanya adalah kesia-siaan tetapi aku tidak dapat melepaskannya. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidak tahu dan berharap ada yang meberitahu jalan yang harus aku tempuh. Aku bosan dan sia-sia menunggu ajalku saja tanpa berbuat sesuatu untuk kehidupan kekal.
Kamis, November 10, 2005
Liburan di Bali
Kembali ke Bali lagi. Ya tahun lalu kita sekeluarga ke Bali dan tahun ini kesana lagi. Melelahkan memang tetapi cukup menyenangkan. Dapet kamar suit lengkap dengan kolam renang sendiri tetapi bayar cukup harga deluxe. Lihat lumba-lumba, lihat taman karang, main di kuta, bedugul dan banyak lagi deh…
Setelah semua selesai akhirnya aku pulang juga… Capek tulis, besok aja.
Jumat, Oktober 28, 2005
Hari yang gelisah
Hari ini aku pusing-pusing tujuh keliling,
Kemarin sore bos bicarakan soal klaim materi promo, kemudian ujung-ujungnya musti tambah lagi beberapa nota lagi untuk klaim padahal tidak buat. Pusing buat aku. Bagaimana aku bisa buat nota gak ada barangnya. Hari ini aku terima email dari bos soal itu agar segera teralisasi.
Kemarin saya sudah bersyukur sebab klaim sisa bisa tanpa bukti otentik hanya nota sebab aku tidak mau bohong tentang bukti tetapi hari ini cobaan datang lagi dan aku musti bagaimana? Biasanya bos tidak pernah menyuruh saya kaya beginian.
Entahlah kita lihat perkembangannya, yang pasti hatiku gelisah dan tidak enak. Kiranya Tuhan menolong saya mencari jalan keluarnya. Tanpa harus berbohong.
Kamis, Oktober 27, 2005
Aku Coba
Ini aku tulis lewat Microsoft Word langsung, sekedar coba saja. Tetapi yang menarik ternyata iklan brutal juga tidak terlepas dari blog. Baru saja aku mulai baru, belum ada 15 menit telah muncul komentar dari seseorang. Waktu aku baca eh… ternyata iklan. Luar biasa cepat sekali. Kalau dunia blog telah dipenuhi iklan maka jadi tidak menarik lagi menaruh komentar disetiap tulisan.
Ya namanya aja pemula. Tetapi cukup menarik juga menulis sesuatu disini, aku pernah kesepian di Palembang didalam kamar hotel, tidak tahu mau apa akhirnya aku buka pocket pc dan menulis disana. Berikut yang aku tulis…
Kesenangan Dari Menulis
Manulis merupakan salah satu cara untuk mengutarakan isi hati dan pikiran.
Dengan menulis seseorang akan lebih leluasa dan berani dalam mengungkapkan sesuatu yang tersembunyi dalam hati dan pikirannya.
Menulis merupakan suatu kesenangan sendiri. Melepaskan segala yang membebani, lebih dari pada berkata-kata. Sebab kata-kata kita dibatasi oleh telinga kita sendiri.
Menulislah, utarakan semua yang tidak dapat dikatakan, selidiki hatimu dan tuliskanlah lebih berani. Selami pikiranmu dan tulislah pertimbangan dan idemu tanpa malu-malu, tanpa pembatas, tanpa ragu-ragu, karena seribu orang yang membacanya tidak lebih menakutkan dari pada sepasang telinga kita.
Menulislah dan menulislah. Itu akan membuatmu tersenyum. Seperti candu, menulis dapat membuat kita merasa terlepas dari kandang, lega dan ringan. Saat kita sadar kita telah menulis lagi.
3 Juli 2005, Palembang
Permulaan dari pemula
Ehm, ini pertama aku menulis sesuatu di sini. Setelah beberapa hari terakhir aku mencari tahu apa itu blog atau weblog, dan sampailah pada keputusan untuk mencoba sendiri agar tahu dengan pasti apa itu blog. Pertama aku ingin coba di MyBlogSite.com sebab menurut dia sendiri yang paling baik fasilitasnya, tetapi sayang tidak bisa terima baru sebab lagi ini dan itu. Akhirnya aku jatuhkan pilihan pada pilihan kedua Blogger.com yang terbesar saat ini. Besar itu artinya lambat itu yang membuat aku tidak memilih Blogger pada mulanya.
Cuap-cuap dan tulis apa disini aku masih belum tahu. Aku akan coba tulis semua yang biasanya aku tulis di buku harianku (tapi yang ini dibaca semua orang jadi rasanya tidak lah), atau aku tulis tentang isi kepalaku seperti judul bloggerku. Ide yang gak pernah kesampaikan (sebab terlalu 'muluk'), tentang pendapatku soal ini dan itu, tentang emosiku dan mungkin juga tentang kayalanku (aku termasuk tukang kayal sejak kecil tapi tidak pernah di filemkan).
Hari ini cukuplah...

