Senin, Februari 06, 2006

4000 unit dalam 2 minggu

Kemarin aku berdoa memohon pada Tuhan agar dalam dua minggu ini Tuhan bantu penjualan hdd Samsung 4.000 unit untuk menghabiskan stock 40GB ATA yang kebanyakan. Hari ini tak disangka 500 unit 80GB SATA yang baru masuk langsung laris manis terbagi rata dan diprediksi habis minggu ini, juga 400 unit 40GB Notebook dibagi habis dalam minggu ini diprediksi kosong lagi. Rencanaku untuk menggantikan 40GB ATA dengan 40GB SATA disambut baik oleh Master Dealer kita. Saya belum tahu berapa banyak yang bakal keluar, tetapi saat ini hampir semua yang ditawari paket ada ambil, bahkan beberapa mengajukan 40GB SATA lebih banyak. Tuhan benar-benar bantu saya. Tuhan pasti bantu sebab saya memintanya didalam namaNya.

Saya ada stock 2.000 unit 40GB SATA dan diharapkan Tuhan bantu habiskan dalam dua minggu ini sebelum barang masuk lagi di pertengahan bulan February ini.

Saya rasa hal ini terjadi saat aku mulai serius menerapkan Efesus 6:5-8 dan Pengkotbah 9:10 dengan harapan nama Tuhan dipermuliakan seperti yang tertulis dalam Titus 2:9-10.

Baca selengkapnya...

Rabu, Januari 11, 2006

Menuntut Tuhan

Iman? Aku percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, walau aku tidak pernah bertemu muka dengan muka. Tetapi hati ini kadang ingin sekali merasakan nyatanya Tuhan Yesus dalam kehidupanku. Banyak ayat dalam Alkitab aku sudah baca, banyak… tetapi sedikit ada yang tertulis itu dapat dialami orang percaya. Tanda-tanda dan mujizat, pernyataan dari Roh Kudus dan lain-lain banyak yang hanya sebatas tulisan. Rindu rasanya semua itu menjadi nyata, walau telah berusaha, bukan hanya saya, mungkin banyak diantara umat Kristen yang ingin mengalami dan merasakan kenyataan dari ayat-ayat kebenaran Firman Tuhan tersebut tetapi sampai saat ini masih misteri.

Mengapa pada jaman dahulu begitu mudah kelihatannya. Pada jaman rasul-rasul pun kelihatan mudah, tetapi pada jaman sekarang kok jarang sekali. Apa karena dulu terkosentrasi pada satu tempat atau satu orang saja sehingga kelihatannya ramai, jika jaman ini terkosentrasi pada orang-orang ‘besar’ dalam Kekristenan seperti Pdt. Reinhard Bonnke atau Pdt. Benny Hinn tentu jika ditulis dalam sebuah buku atau catatan akan terasa seperti kita membaca kitab Kisah Para Rasul. Lalu bagaimana dengan kita???

Dulu saya pernah melihat film berjudul “Bruce Almighty” yang dimainkan Jim Carrey dan Morgan Freeman pada tahun 2002. Disana diceritakan tentang Tuhan (diperankan Morgan Freeman) yang berbentuk manusiawi sehingga ia sangat sibuk sekali mengurusi manusia sedunia, kadang ia disana, kadang disini, repot sekali. Bisa ada dimana-mana tetapi tetap bentuknya manusiawi jadi yang disini keurus yang disana tidak keurus. Memang sesat itu yang terlintas dipikiran saya…

Tetapi sempat meracuni saya dengan pikiran bahwa “mungkin benar juga” kalau kita lihat kegerakan itu hanya disana lalu pindah kesana lalu hanya disana, dan daerah ini dan itu dan kelihatannya sepertinya hanya kosentrasi ke daerah tertentu dan daerah lain terabaikan. Dulu di Indonesia ada kegerakan besar pada tahun 1992-1993 dimana banyak orang bertobat, saat itu Pdt. Reinhard Bonnke dan teamnya datang ke Indonesia berbulan-bulan membentuk team doa dan team follow up. Banyak orang bertobat pada tahun-tahun tersebut, termasuk saya walau saya bukan bertobat di KKR mereka tetapi di gereja kecil di desa terpencil di ujung kota Bondowoso di Jawa Timur.

Setelah lewat tahun itu, dan sampai saya menulis surat ini, tidak kurasakan ada gerakan seperti itu lagi, banyak orang bertobat dan berapi-api dalam melayani Tuhan. Apakah karena dulu saya muda dan banyak waktu kini saya sudah beristri dan anak, memikirkan pekerjaan dan tidak banyak waktu sehingga rasanya ‘adem ayem’ ???

Saat kuliat kaum muda di gerejaku… mereka terlihat juga ‘adem ayem’ bahkan terkesan lebih ‘borju’ dari jaman sebelumnya. Mungkin saya melihatnya dari jauh saja. Tidak tahu didalamnya…

Di Sekolah Minggu tempat saya mengajar, dulu tempat yang sangat berapi-api, acara Temu Remaja disana bisa dikunjungi sampai 200 orang lebih. Tetapi kini hanya 30-40 orang saja. Guru-gurunya juga terlihat mengajar karena kewajiban, alias terpaksa. Tidak terasa api yang membara. Jumlah murid di Sekolah Minggu juga mengalami penurunan. Oh Tuhan…. Dimanakah Engkau saat umatMu mengharapkan hangatnya Api Roh KudusMu?

Teman sepelayananku yang dulu bersama-sama melayani dan berapi-api didalam Tuhan kini tidak kutemui lagi. Dimana meraka? Yeremia, Tjikian, Liliana, Frans, Yusak dan Ronny mereka sudah tidak lagi melayaniMu Tuhan. Kini Danny, Peter dan Fee Ing sudah tidak lagi terlihat di Sekolah Minggu. Tinggal Aku dan istriku. Aku merasa sendirian… Bersyukur jika beberapa diantaranya telah memutuskan melayani sepenuh waktu seperti Pramono di Jakarta, Siek Sian di Taiwan, Hendry di Jakarta dan yang dituakan Bpk. Ayub di Bangka, Bpk. Daniel di Ausi dan Bpk. Rufus di Surabaya.

Tuhan apa yang terjadi sebenarnya disekitarku, di Indonesia? Mengapa kebangunan rohani itu berat, mengapa Api Roh Kudus itu terasa dingin? Oh Tuhan kapankah kau melawat aku… Aku rindu semua yang tertulis dalam Alkitab benar-benar dinyatakan dalam tanda-tanda dan mujizat. Benar-benar nyata seperti yang tertulis. Tuhan berikan aku iman…

Baca selengkapnya...

Senin, Januari 02, 2006

Bosan di awal 2006

BOSAN
Hari petama di tahun 2006. Rasanya membosankan. Koran masih saja membicarakan hal yang sama, tentang buruknya bangsa ini. Korupsi, kemunafikan, kelapran, penyakit, teror dan lain-lainnya. Seakan tidak mungkin untuk berubah. Korupsi dibrantas malah menjadi-jadi ditingkat bawah. Bahkan tidak malu-malu lagi. Kelaparan dimana-mana dan penyakit dimana-mana dianggap sepele. Belum lagi kondisi ekonomi yang tidak semakin baik, hampir semua orang yang saya jumpai tentang tahun 2006 tidak ada yang mengatakan lebih baik semua merasa lebih berat. Sementara posisi Indonesia di dunia semakin tahun semakin lemah. Barang-barang naik menjadi-jadi tatapi gaji tetap saja. Tidak ada yang baik di negri ini…

Tetapi mengapa aku ada disini. Terlahir di sini dan besar disini dan tidak ada niat hati untuk pergi dari sini. Aku berusaha untuk mengetahui tatapi sampai hari ini tetap saja tidak memahami. Bosan itu kata yang keluar dari meja kerjaku…

Bosan dengan semua keadaan disekelilingku, seperti terkurung dalam tempurung. Apa yang aku inginkan aku tidak tahu. Aku tidak mendengar wahyu atau vision atau apapun untuk menuntunku keluar dari keadaan membosankan ini. Di Sekolah Minggu seperti itu saja, tidak dapat bergerak jika sendirian. Di gereja pusat juga sama. Disekelilingku semua pada santai dan menyantap makanannya sendiri-sendiri. Dengan siapakah aku akan berjuang dan apakah yang akan aku perjuangkan?

Jika memang aku hambaNya maka tentu aku akan punya pekerjaan… aku menunggu…

Baca selengkapnya...

Jumat, November 25, 2005

Dari Pocket PC

Aku baru saja download PocketBlogger versi 1.2 dan mencoba kirim lewat Pocket PC. Semoga berhasil. Sayang tidak seperti tambahan program untuk Microsoft Word yg bisa kirim kalau sudah tulis. Kini kebalikannya connect dulu baru nulis. Tetapi cukup asik juga jadi tidak perlu musti buka PC kalau mau tulis isi kepala.

Selanjutnya saya tinggal tulis di PocketWord dan copy paste ke program ini lalu send.

Baca selengkapnya...

Jumat, November 11, 2005

Hidup yang Kosong

Hari ini saya merasa sepi dan kosong. Di kantor rasanya kosong mau mengerjakan apa, padahal banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Kosong dan malas untuk memulai mengerjakan sesuatu. Ini bukan yang pertama, dulu aku juga pernah seperti ini, malas untuk melakukan sesuatu, malas untuk menyelesaikan sesuatu, kosong dan ingin bebas.

Hidup ini untuk apa sebenarnya. Untuk apa kita hidup dan menjalani kehidupan ini. Dari hari ke hari kosong. Setiap hari ada tertawa, setiap hari ada jengkel, setiap hari ada sedih, setiap hari ada kawatir, setiap hari ada capek, lapar dan mengantuk. Besok pagi bagun juga mengalami hal-hal yang sama dan dari tahun ke tahun tetap seperti itu.

Saat manusia telah dewasa dan telah padat waktunya, maka hidup ini terasa hampa, setiap hari hanya masalah ini dan ini saja sambil menunggu matinya. Untuk apa?

Saat kita melihat jauh kedepan, melihat janji Allah tentang kehidupan sesudah kematian, tentang pahala, mahkota, upah dan kerjaaanNya. Seharusnya kita mengejar hal itu. Seharusnya kita bersemangat untuk itu.. Tetapi bagaimana dengan kehidupan kita didunia, kita butuh uang untuk hidup didunia ini dan untuk mencarinya kita harus bekerja dan bekerja itu menyita banyak waktu, tenaga dan pikiran kita. Tidak mungkin kita mendapatkan keduanya. Hidup berkecukupan dan kemuliaan yang besar di Surga. Tidak cukup waktu untuk keduanya. Mana yang harus aku pilih? Dalam hati kecilku aku mengharapkan dapat mengejar harta yang kekal tersebut sehingga hati ini tidak menjadi kosong tetapi dilain pihak aku membutuhkan uang lebih untuk kehidupan yang layak dan berkecukupan. Mana yang harus aku pilih?

Jika aku seorang bujang seperti pada saat aku sma atau kuliah, hidup sendiri tidak ada beban maka hidup seperti rasul-rasul juga tidak masalah, tidak ada beban, mau makan tidak makan, tinggal disana atau disini, tidak pakai atau pakai, tidak ada yang membebani selain diri sendiri. Tetapi kini aku sudah beristri dan memiliki dua orang anak yang lucu, mereka semua aku cintai dan mereka semua membuat aku tidak mungkin tidak membuat mereka berkecukupan dan terpelihara secara jasmani. Bekerja dan bekerja menghasilkan uang dan didunia ini semua keperluan, kebutuhan dan keinginan ditukar dengan uang.

Apakah aku telah menjadi hamba uang? Aku tidak bekarja gila-gilaan, masih ada waktuku untuk anak adan istriku, masih ada waktuku untuk beribadah, masih ada waktuku untuk banyak hal tetapi semuanya terbatas, tidak bisa lebih. Aku juga tidak memburu uang dengan segala cara, sebab cara yang tidak berkenan dihadapan Tuhan aku berusaha untuk menghindari. Bahkan oleh karena itu maka aku tidak bisa mendapatkan hasil maksimal. Bekerja tanpa bohong, tanpa uang pelicin,  tanpa mulut manis dan lain-lainnya yang tidak diperkenan Tuhan walau kadang juga terjatuh dalam hal-hal tersebut. Aku juga berusaha mencukupkan kebutuhan dan keinginanku sesuai dengan penghasilanku, berlajar barpada. Tidak, aku bukan hamba uang.

Bukan hamba uang, tetapi telah terikat dengan uang. Tanpa uang bagaimana kita bisa hidup didunia ini? Dan untuk mendapatkan uang bukankah kita harus bekarja, memberikan waktu, tenaga dan pikiran kita. Dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun. Aku marasa hidup kosong dan sia-sia, semuanya adalah kesia-siaan tetapi aku tidak dapat melepaskannya. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidak tahu dan berharap ada yang meberitahu jalan yang harus aku tempuh. Aku bosan dan sia-sia menunggu ajalku saja tanpa berbuat sesuatu untuk kehidupan kekal.

Baca selengkapnya...

Kamis, November 10, 2005

Liburan di Bali

Kembali ke Bali lagi. Ya tahun lalu kita sekeluarga ke Bali dan tahun ini kesana lagi. Melelahkan memang tetapi cukup menyenangkan. Dapet kamar suit lengkap dengan kolam renang sendiri tetapi bayar cukup harga deluxe. Lihat lumba-lumba, lihat taman karang, main di kuta, bedugul dan banyak lagi deh…

Setelah semua selesai akhirnya aku pulang juga… Capek tulis, besok aja.

Baca selengkapnya...

Jumat, Oktober 28, 2005

Hari yang gelisah

Hari ini aku pusing-pusing tujuh keliling,
Kemarin sore bos bicarakan soal klaim materi promo, kemudian ujung-ujungnya musti tambah lagi beberapa nota lagi untuk klaim padahal tidak buat. Pusing buat aku. Bagaimana aku bisa buat nota gak ada barangnya. Hari ini aku terima email dari bos soal itu agar segera teralisasi.

Kemarin saya sudah bersyukur sebab klaim sisa bisa tanpa bukti otentik hanya nota sebab aku tidak mau bohong tentang bukti tetapi hari ini cobaan datang lagi dan aku musti bagaimana? Biasanya bos tidak pernah menyuruh saya kaya beginian.

Entahlah kita lihat perkembangannya, yang pasti hatiku gelisah dan tidak enak. Kiranya Tuhan menolong saya mencari jalan keluarnya. Tanpa harus berbohong.

Baca selengkapnya...

Kamis, Oktober 27, 2005

Aku Coba

Ini aku tulis lewat Microsoft Word langsung, sekedar coba saja. Tetapi yang menarik ternyata iklan brutal juga tidak terlepas dari blog. Baru saja aku mulai baru, belum ada 15 menit telah muncul komentar dari seseorang. Waktu aku baca eh… ternyata iklan. Luar biasa cepat sekali. Kalau dunia blog telah dipenuhi iklan maka jadi tidak menarik lagi menaruh komentar disetiap tulisan.

Ya namanya aja pemula. Tetapi cukup menarik juga menulis sesuatu disini, aku pernah kesepian di Palembang didalam kamar hotel, tidak tahu mau apa akhirnya aku buka pocket pc dan menulis disana. Berikut yang aku tulis…

Kesenangan Dari Menulis

Manulis merupakan salah satu cara untuk mengutarakan isi hati dan pikiran.

Dengan menulis seseorang akan lebih leluasa dan berani dalam mengungkapkan sesuatu yang tersembunyi dalam hati dan pikirannya.

Menulis merupakan suatu kesenangan sendiri. Melepaskan segala yang membebani, lebih dari pada berkata-kata. Sebab kata-kata kita dibatasi oleh telinga kita sendiri.

Menulislah, utarakan semua yang tidak dapat dikatakan, selidiki hatimu dan tuliskanlah lebih berani. Selami pikiranmu dan tulislah pertimbangan dan idemu tanpa malu-malu, tanpa pembatas, tanpa ragu-ragu, karena seribu orang yang membacanya tidak lebih menakutkan dari pada sepasang telinga kita.

Menulislah dan menulislah. Itu akan membuatmu tersenyum. Seperti candu, menulis dapat membuat kita merasa terlepas dari kandang, lega dan ringan. Saat kita sadar kita telah menulis lagi.

3 Juli 2005, Palembang

Baca selengkapnya...

Permulaan dari pemula

Ehm, ini pertama aku menulis sesuatu di sini. Setelah beberapa hari terakhir aku mencari tahu apa itu blog atau weblog, dan sampailah pada keputusan untuk mencoba sendiri agar tahu dengan pasti apa itu blog. Pertama aku ingin coba di MyBlogSite.com sebab menurut dia sendiri yang paling baik fasilitasnya, tetapi sayang tidak bisa terima baru sebab lagi ini dan itu. Akhirnya aku jatuhkan pilihan pada pilihan kedua Blogger.com yang terbesar saat ini. Besar itu artinya lambat itu yang membuat aku tidak memilih Blogger pada mulanya.

Cuap-cuap dan tulis apa disini aku masih belum tahu. Aku akan coba tulis semua yang biasanya aku tulis di buku harianku (tapi yang ini dibaca semua orang jadi rasanya tidak lah), atau aku tulis tentang isi kepalaku seperti judul bloggerku. Ide yang gak pernah kesampaikan (sebab terlalu 'muluk'), tentang pendapatku soal ini dan itu, tentang emosiku dan mungkin juga tentang kayalanku (aku termasuk tukang kayal sejak kecil tapi tidak pernah di filemkan).

Hari ini cukuplah...

Baca selengkapnya...