Senin, Juli 30, 2007

Memikirkan Kebebasan

Hati terasa gundah
Seperti dalam sekam
Gelisah tak menentu
Bagai hendak tenggelam


Beberapa hari ini aku merasakan seakan waktu berjalan cepat dan mengejar diriku. Saat aku mengetik, saat aku melakukan sesuatu hati ini merasakan ada sesuatu yang belum aku selesaikan, seakan ada sesuatu yang harus aku kerjakan yang seharusnya telah aku kerjakan. Seakan semua yang aku kerjakan tidak penting.... sepertinya aku sedang membuang waktu.


Entah apakah yang terjadi... entah apakah itu... ada apa dengan hidupku. Hati ini benar-benar menyiksa. Ingin rasanya lepas dari rasa dikejar-kejar oleh waktu... yang aku juga tidak tahu mengapa?

Baca selengkapnya...

Selasa, Maret 13, 2007

Banyak Buku Sesat Sekarang?

Waktu kemarin lusa jalan-jalan ke GM (Galaxy Mall), dan mampir di TGA (Toko Gunung Agung), pas lihat-lihat buku di bagian/rak buku rohani Kristen, ada hal-hal yang meresahkan...

Saya mendapati banyak buku "penyesat iman" beredar disana. Mulai dari Da Vinci Code, beberapa macam jenis (sebagian besar atau hampir seluruhnya tidak benar, hanya ada satu atau kalau tidak dua yang ditulis oleh seorang yang mengasihi Allah dari penerbit yang kita kenal), ada juga tentang Holy Blood Holy Grail, Knights of Chirst (Knights Templar), Injil Judas, Dinasti Yesus, tentang Injil Maria Magdalena, tentang keselamatan lain dan lain-lainnya yang semua menyesatkan dan berdasarkan simpang siur data sejarah. Beberapa diantaranya berjudul seperti, The Savior, Bacalah Bibel, Selamatkan Yesus dari Orang Kristen, Misquoting Jesus (kesalahan penyalinan Perjanjian Baru) dan masih banyak lagi buku-buku seperti ini yang isinya menggoyang iman kristiani yang diambil dari sudut pandang sejarah dan latar belakang lahirnya kekristenan. Lebih mengherankan lagi waktu saya lihat penerbitnya dan saya cek di internet tentang penerbit tersebut, ternyata mereka adalah penerbit buku-buku Islam. Aneh bukan?

Berikut beberapa yang sempat saya lihat:

Penerbit Serambi
(www.serambi.co.id)
100% penerbit buku islam tulen, terlihat dari profile, visi dan misinya. Mencetak buku Selamatkan Yesus dari Orang Kristen karya Clayton Sullivan yang berusaha meyakinkan orang kristen bawah untuk melihat kebenaran tentang Yesus harus lihat dari sejarah bukan dari doktrin rohani. The Templar Revelation karangan Lynn Picknett dan Clive Price bercerita tentang seputar pernikahan Yesus dengan Maria Magdalena dari sisi sejarah. Semua karangan Dan Brown, yang sudah terkenal jago memutar balik kebenaran lewat novelnya dicetak oleh mereka mulai dari Da Vinci Code, Malaikat $ Iblis dan lain-lainnya. Masih banyak lagi terbitannya bertema kekristenan lainnya yang mengguncang iman dan buku-buku ini didapati pada rak-rak buku Kristen di toko buku umum.

Pustaka Al-Kuatsar
www.kuatsar.co.id
Selogannya "Penerbit Buku Islam Utama" tetapi mencetak buku berjudul Knigts Templar, Knights of Christ karangan Rizky Ridyasmara yang mengulas dan mengomentari tentang Knigts Templar yang ada di abad pertengahan pada waktu perang salib untuk melindungi cawan suci, sampai dengan bentuk-bentuk gerekan serupa di jaman modern ini dari sudut pandang Islam. Buku ini didapati pada rak-rak buku Kristen di toko buku umum.

Penerbit Citra (Gria Aksara Hikmah)
www.penerbitcitra.com
Baru mencetak 6 buku jika dilihat dari katalognya (mungkin 7 dengan yang terbaru yang saya lihat di TGA). Semuanya tentang kekristenan dari sudut pandang yang lain. Seperti The London Luctures, karangan Thomas McElwain, suatu karangan yang dikategorikan agama non fiksi tentang mesias sesungguhnya dari kode-kode rahasia dalam bibel dan dicocokan dengan Alquran. The Saviour buku terbaru karangan Antoane Bara, yang adalah seorang kristen Suriyah, Bacalah Bibel juga karangan Thomas McElwain tentang isi bibel yang dicocokan dengan kebenaran dalam Alquran, Firman-Firman Yesus, Injil Ali (The Gospel of Ali), Mengapa Musti Ali dan Kafilah Budaya. Semuanya ada di rak-rak buku kristen di toko buku umum. Penerbit ini kelihatannya spesialis hanya menerbitkan buku kristen seperti itu. Yang saya tahu tentang aliran seperti ini, juga pernah ditayangkan di TVRI waktu hari Natal atau Paskah produksi kristen didaerah timur-tengah, bahwa mereka menerima kristen sebagai agama awal dan Nabi Muhammad (Islam) sebagai penerusnya, sebagai penyempurnaannya, kalau tidak salah seperti itu intinya.

UFUKPRESS
www.ufukpress.co.id
Penerbit umum, mencetak buku bertema agama dan non agama, fiksi maupun non fiksi. Tetapi sebagian besar buku yang dicetaknya tentang agama Kristen bertemakan hal-hal yang kurang benar, seperti Holy Blood, Holy Grail yang merupakan buku awal non fiksi tentang pernikahan Yesus dengan Maria Magdalena serta jaringan rahasia pelindung keturunannya sebelum Da Vinci Codenya Dan Brown. The Secrets of Judas karangan James M. Robinson tentang Injil Yudas yang menekankan kalau Yudas itu seorang yang mulia dan ditugaskan Yesus untuk berkorban. Match Made in Haven karangan Bob Mitchell tentang banyolan sepututar kekristenan. The Expected One, oleh Kathleen McGowan, tentang Injil Maria Magdalena. Mereka juga terlihat netral dengan menerbitkan buku Da Vinci Code Decoded karangan Martin Lunn. Saya belum baca isinya apakah mendukung atau menetralkan klaim sesat dari buku Da Vinci Code tersebut, tetapi kalau kita cari data tentang penulisnya, Marin Lunn, ia seorang peneliti sejarah, bukan seorang agamawan, juga ia adalah Pemimpin Besar (Grand Master) dari Kelompok Masyarakat Naga (The Dragon Society) yang didirikan oleh King Sigismund dari Hungaria, tahun 1408 (tertulis dalam setiap bukunya sebagai data tentang dirinya). Tentang apa yang didirikan oleh King Sigismund ditahun 1408, saya tidak yakin menceritkannya sebab belum jelas. Nama organisasinya pada awalnya adalah Order of The Dragon, untuk menegakan kekristenan dan melindungi keluarga kerajaan dari serangan Turki. Bahasa Rumania kata Dragon itu dibaca Dracul (dracula), maka ada yang menghubungkan dengan darcula. Tentang keberadaanya ada sampai jaman sekarang dan apa kegiatannya saat ini juga tidak jelas, sama seperti Priory of Sion yang diklaim masih ada sampai sekrang oleh Dan Brown dalam buku Da Vinci Code. Semua buku ini ada di rak-rak buku kristen di toko buku umum.

Gramedia
www.gramedia.com
Sangat disayangkan, dulunya penerbit Gramedia mencetak buku-buku rohani kristen yang baik, tetapi belakangan ini, entah kenapa, ternyata pihak management penerbit gramedia memutuskan untuk mencetak buku-buku heboh tetapi menyesatkan tanpa mencetak satupun buku tulisan yang menetralkan kebenarannya. Diantaranya The Lost Gospel (Injil Yudas), lengkap dengan teks terjemahannya, Dinasti Yesus dari James D. Tabor tentang keluarga Yesus yang berusaha mendirikan dinastinya jadi tidak mati disalib dan tidak ada misi penyelamatan dari Allah. Misquoting Jesus, mencela Terjemahan Baru yang ada sekarang sebagai kesalahan penyalinan dari yang asli. Dan masih banyak lagi yang lainnya... semuanya ada di rak buku kristen di toko buku umum.

Pustaka Kihmah Perdana
Tidak ada situsnya, tidak ada datanya. Buku yang didapati pada rak buku Kristen di TGA adalah Talmud tulisan Zafarul Islamkhan, bercerita seputar Kitab-kitab Yahudi, sejarahnya dan ajarannya dari sudut penulisan seorang mulsim.

Semua ini membuat saya terkejut, dan semua ini tergolong baru terjadi, bahkan penerbit-penerbit itu beberapa diantaranya belum berumur 3 tahun. Memang dalam beberapa tahun terakhir buku-buku sesat seperti ini ada di rak buku kristen di toko buku umum seperti TGA (Toko Gunung Agung) dan Gramedia, bahkan dipajang didepan sebagai iconnya. Best Seller gitu bilangnya... Pertama saya biasa saja saat buku Da Vinci Code (belakangan baru tahu kalau diterjemahkan dan dicetak oleh penerbit buku islam) beredar, kemudian muncul Injil Yudas, mulai membuat saya tanda tanya. Setelah sekian waktu saya lihat, wow... sudah ada puluhan buku dan semua dipajang paling depan seakan ini adalah isu terkini kekristenan dan hanya satu atau dua buku yang menyangganya. Saya yakin akan lebih banyak lagi dikemudian hari, seperti yang dinubuatkan dalam Wahyu tentang pengajaran sesat diakhir zaman.

Saya mengharapkan agar kita semua berhati-hati dalam membaca buku. Kelihatannya sepele dan mencolok sekali kesesatnya, tetapi jika gencar di promokan dan dicetak beberapa variasi dan ulasan dan juga ada beberapa macam yang bebeda tetapi senada dengan memaparkan kata sejarah dan fakta segala maka lambat-laun juga akan mempengaruhi beberapa umat kristiani. Betapa sayangnya jika ada yang gugur imannya hanya karena kita belum pernah memperingati mereka...

Lebih parah lagi jika toko buku kristen memajang dan menjual buku seperti ini. Saya belum sempat ke toko buku kristen.

Baca selengkapnya...

Sabtu, Maret 03, 2007

Sakit Atas Bawah

Entah bagaimana, kemarin waktu melihat stand pameran yang bothnya dikerjakan oleh Djiang, aku sempat makan siang dilantai bawah HiTech-Mall. Tiba-tiba waktu saya menyantap pesanan nasi campur special tanpa ayam hanya daging sapi saja eh... klatok tiba-tiba gigi belakang sebelah kanan menggigit sesuatu yang keras seperti tulang dan ampun gigi atas dan bawah langsung seketika linu bukan main sampai tembus ke kepala... Aku muntahkan isinya tidak ada tulang... aku cari-cari apa kiranya yang membuat gigiku seperti menguyah tulang, ternyata tidak ada juga tulangnya dan waktu aku coba makan lagi, gigi tersebut tidak kunjung selesai dari lununya.

Setelah beberapa suap lagi, ternyata saya menemukan sesuatu yang keras lagi, tetapi kali ini tidak sampai klatok lagi, saat saya lihat ternyata tempe iris panjang-panjang entah apa namanya itu. Keras sekali.

Akhirnya karena linu tersebut tidak juga selesai maka saya pulang mengambil obat Mefinal pereda sakit, untung menemukan sisa satu butir. Setelah saya makan beberapa saat rasa sakit itu hilang. Tetapi waktu asik membuat minuman jahe plus madu agar badan segar, eh... sakit itu muncul lagi. Aku suruh orang dirumah beli Ponstan. Telan lagi satu Ponstan dan sakit terasa reda...

Setelah kembali ke kantor dengan membawa bekal beberapa butir ponstan, aku kembali bekerja dan menyelesaikan beberap pekerjaan yang harus saya kerjakan. Disela-sela bekerja... linu di gigi kembali lagi... aduh. Untung membawa Ponstan pikirku. Tanpa banyak cakap aku telan satu lagi.

Saat istriku telpon aku ceritakan sakitku. Katanya lebih baik ke dokter gigi sekarang sebab kalau sakit itu mendadak kumat, hari sabtu dan minggu tidak ada dokter, bisa tahan tidak sampai senin. Tentu saja aku setuju pendapatnya, siapa yang tahan linu yang menjalar sampai otak selama tiga hari.

Singkat cerita di dokter Roy Kandau langgananku. Setelah aku diperiksa, ternyat ada lubang, bahkan dua lubang. Setelah satu dirawat, yang satunya ditembel, saya diharuskan kembali satu minggu lagi. Gembira deh hati saya... saat pulang, pas mau naik mobil, eh istriku mengajak ke toko Gunung Sari Intan disebelah dokter gigiku, tidak lama setelah lihat-lihat linu itu mulai lagi... untung masih disebelah dokter, cepat-cekat kita kembali untuk meminta obat. Akhirnya diberi obat, saya lupa namanya tetapi kalau obat itu masih linu besoknya, saya disuruh kembali besok pagi jam 10 pagi.

Setelah obat tersebut diambil di apotik langganan didekat rumah. Istriku bertanya tentang bedanya dengan Ponstan. Ternyata obat ini lebih keras tetapi lebih aman. Lebih keras dalam arti lebih cepat reaksinya tetapi terfokus pada sakit gigi, dan lebih aman dalam artian mengkonsumsi banyak tidak akan mengakibatkan asam lambung atau bahasa sederhananya Maag. Beda dengan Ponstan, sehari harus selang beberapa jam baru boleh dikonsumsi kalau tidak bisa menghantam maagnya. Eh aku udah gila-gilaan minum ponstan........

Linu sudah tidak terasa lagi... tetapi ganti perut mules bukan main. Maag menjadi perih sekali di pagi hari. Aduh.... kemarin sakit di atas sekarang sakit di bawah.....

Walau sakti aku masuk juga kerja. Tatapi saat aku menulis ini sakitnya telah bertambah dan lagi pantant rasanya panas dan perut mulas.... Rasanya aku harus pulang dan istirahat dirumah...

Baca selengkapnya...

Kamis, Februari 15, 2007

Valentine

14 Februari, kemarin. Saya dan istri telah berencana makan malam di tempat yang romantis, setelah berdandan dan semprot parfum sana dan sini, waktu mau hendak turun dari kamar, istri saya masuk dan dan saya tegur kok belum siap. Katanya habis memakaikan pakaian anak saya. Betapa terkejutnya saya... kok ikut? Kan hari Valentine, mau romantis-romantisan berdua. Ternyata pengasuh anak saya demam tinggi malam itu juga dan sempat dibawa ke dokter didepan rumah. Karena itu terpaksa deh dibawa serta juga anak saya... tidak jadi makan malam di tempat romantis... akhirya.

Kami memilih makan di Boncafe di Manyar, sebab di sana ada tempat main untuk anak. Benar saja, begitu sampai mereka langsung kesana dan main dengan banyak anak kecil lainnya yang sudah berglantungan dan berayun-ayun sambil lari-lari. Ramai bukan main... penuh full dari depan sampai belakang, padahal Boncafe Manyar tempatnya luas sekali tatapi yang berdiri antri menunggu kursi kosong benar-benar tidak kalah banyaknya. Terlihat beberapa gerembolan muda-mudi disana sini. Beberapa lagi bernasib sama seperti saya, datang dengan anak-anaknya yang masih kecil. Beberapa lagi datang dengan keluarga besar.

Pendek cerita akhirnya kita dapat juga tempat duduk persis didepan tempat bermain. Maunya saya dan istri saya yang senang-senang eh... malah jadi anak saya yang happy banget. Ya senang juga sich lihat anak happy main-main sampai basah kuyup berkeringat. Menunggu makanan keluar amit-amit, lama sekali, tapi kita maklum, hari ini kan hari Valentine.

Baca selengkapnya...

Kamis, Februari 01, 2007

Terasa Aneh...

Hari ini terasa aneh bagiku…
Mulai pagi sampai aku menulis ini aku merasa ada yang kurang pada diriku. Ada sesuatu yang mengganjal tetapi aku tidak tahu. Ada sesuatu yang aneh…

Memiliki keinginan tetapi tidak tahu. Apakah yang sebenarnya aku inginkan, hari-hari aku lewati seperti begitu saja, seperti bola tanpa rasa dan tujuan. Bangun pagi, kekantor, pulang kantor, beberapa jam bermain dengan anak, lalu sisa-sisa waktu untukku dan kadang juga tidak ada waktu, waktuku juga berbagi dengan istriku. Tidur lagi dan bangun lagi. Kemarin aku ke gereja seperti biasa kebaktian Bible Study, hari ini ada lagi PERTA di gereja, juga akan sampai malam.

Apakah gunanya kita hidup didunia ini? Jika mengingat soal pengijilan… oh… apakah benar itu yang mengisi hidup kita? Jika kita melihat pelayanan… ya… apakah itu yang mengisi hidup kita?

Kemarin aku melihat temanku Ce Kwang membawa VCD kotbah berjudul “Memahami Isi Hati Allah”, menurutku menarik sekali. Aku ingin mendengarkan dan memahami isi hati Allah. Waktu aku tanya tentang isinya, seperti sudah-sudah dan dapat diduga, dia menceritakan kalau isinya tentang penginjilan. Oh… itu lagi. Apakah isi hati Allah hanya penginjilan, jiwa-jiwa…

Bagaimana dengan aku? Tidakkah hati Tuhan ada padaku? Aku ingin mengenal dan memahami isi hati Allah yang isinya tentang aku. Bukan tentang jiwa-jiwa. Aku ingin mengetahu apakah yang sebenarnya Allah inginkan didalam hatiNya tentang aku, tentang kasihNya padaku, tentang rahmat, kemurahan dan kesetiaanNya. Ya, hanya aku dan Allah, tidak ada jiwa-jiwa, tidak ada penginjilan. Tidak adalakah yang dapat memberitahukannya padaku….

Aku tidak jadi pinjam VCD tersebut…

Baca selengkapnya...

Jumat, September 29, 2006

Kembali Menulis

Setelah lama tidak menulis, kembali hari ini aku ingin aktif menulis.
Kadang menulis dapat membuat segala ganjalan dan pemikiran di dalam diri kita dapat tersalur keluar. Sedikit melegakan dan menghibur. Mungkin karena aku orang yang tidak punya banyak teman yang dapat dipercaya untuk membagi pikiran. Semoga setelah ini hati lebih plong....

NB: Menulis ini juga sekaligus percobaan menulis langsung dari FireFox extention Deepest Send.

Baca selengkapnya...

Jumat, Juni 30, 2006

Jengkel Memuncak

Kemarin benar-benar keterlaluan Istriku... aku sampai tidak bisa menuliskan. Tetapi untung disaat aku jengkel memuncak dan terdiam. Dalam pikiran beribu kemarahan dan rencana tega yang ingin terpikir akhirnya Firman Tuhan yang berbicara bahwa didalam orang yang merenung sendiri, amarahnya akan meledak terhadap setiap pertimbangan (Amsal 18:1). Akhirnya akupun meredakan amarah dan menekan semua pertimbangan dan memilih tidur saja. Jadi kemarin jam 10 udah tidur...

Baca selengkapnya...

Rabu, Juni 28, 2006

Marah Karena Jengkel

Hari ini aku bt sekali. Pingin marah-marah..., dada sesak. denyut nadi waktu aku hitung sendiri naik deh mendekati 100 denyut dalam semenit. Pingin marah....

Sampai aku menulis ini masih saja terasa marah dihati. Entah kenapa... rasanya bertumpuk, diawali pagi hari kopling mobil yang kehabisan olie, gak bisa masuk gigi. Terpaksa berhenti di jalan dan untung masih dekat rumah sehingga bisa suruh orang kirim olie dot-3. Setelah itu Inge jadi menjengkelkan sekali, disuruh naik becak ke kantor lagi. Saya bilang dianter aja malah marah-marah. Padahal tuh mobil tidak apa-apa. Trus ditambah lagi dikantor telpon cabang Samarinda eh tuh marketing baru panggil orang langsung namanya dan sok-sok ngomong kaya sama bahawannya lagi. Belum cukup data penjualanku file excel di komputer bisa hilang. Dua file lagi. Dua-duanya tidak ada.... hati sudah memuncak dan pingin marah. Sesak rasanya didada ini. Lagi telpon dari supplier yang meributkan hal-hal sepele. Pusing dan buat naik darah...

Entah ada apa dengan saya hari ini. Rasanya saya telah menjadi mirip Ahitofel. Oh Tuhan tolong saya, tenangkan hati ini hibur saya...

Baca selengkapnya...

Senin, Februari 06, 2006

4000 unit dalam 2 minggu

Kemarin aku berdoa memohon pada Tuhan agar dalam dua minggu ini Tuhan bantu penjualan hdd Samsung 4.000 unit untuk menghabiskan stock 40GB ATA yang kebanyakan. Hari ini tak disangka 500 unit 80GB SATA yang baru masuk langsung laris manis terbagi rata dan diprediksi habis minggu ini, juga 400 unit 40GB Notebook dibagi habis dalam minggu ini diprediksi kosong lagi. Rencanaku untuk menggantikan 40GB ATA dengan 40GB SATA disambut baik oleh Master Dealer kita. Saya belum tahu berapa banyak yang bakal keluar, tetapi saat ini hampir semua yang ditawari paket ada ambil, bahkan beberapa mengajukan 40GB SATA lebih banyak. Tuhan benar-benar bantu saya. Tuhan pasti bantu sebab saya memintanya didalam namaNya.

Saya ada stock 2.000 unit 40GB SATA dan diharapkan Tuhan bantu habiskan dalam dua minggu ini sebelum barang masuk lagi di pertengahan bulan February ini.

Saya rasa hal ini terjadi saat aku mulai serius menerapkan Efesus 6:5-8 dan Pengkotbah 9:10 dengan harapan nama Tuhan dipermuliakan seperti yang tertulis dalam Titus 2:9-10.

Baca selengkapnya...

Rabu, Januari 11, 2006

Menuntut Tuhan

Iman? Aku percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, walau aku tidak pernah bertemu muka dengan muka. Tetapi hati ini kadang ingin sekali merasakan nyatanya Tuhan Yesus dalam kehidupanku. Banyak ayat dalam Alkitab aku sudah baca, banyak… tetapi sedikit ada yang tertulis itu dapat dialami orang percaya. Tanda-tanda dan mujizat, pernyataan dari Roh Kudus dan lain-lain banyak yang hanya sebatas tulisan. Rindu rasanya semua itu menjadi nyata, walau telah berusaha, bukan hanya saya, mungkin banyak diantara umat Kristen yang ingin mengalami dan merasakan kenyataan dari ayat-ayat kebenaran Firman Tuhan tersebut tetapi sampai saat ini masih misteri.

Mengapa pada jaman dahulu begitu mudah kelihatannya. Pada jaman rasul-rasul pun kelihatan mudah, tetapi pada jaman sekarang kok jarang sekali. Apa karena dulu terkosentrasi pada satu tempat atau satu orang saja sehingga kelihatannya ramai, jika jaman ini terkosentrasi pada orang-orang ‘besar’ dalam Kekristenan seperti Pdt. Reinhard Bonnke atau Pdt. Benny Hinn tentu jika ditulis dalam sebuah buku atau catatan akan terasa seperti kita membaca kitab Kisah Para Rasul. Lalu bagaimana dengan kita???

Dulu saya pernah melihat film berjudul “Bruce Almighty” yang dimainkan Jim Carrey dan Morgan Freeman pada tahun 2002. Disana diceritakan tentang Tuhan (diperankan Morgan Freeman) yang berbentuk manusiawi sehingga ia sangat sibuk sekali mengurusi manusia sedunia, kadang ia disana, kadang disini, repot sekali. Bisa ada dimana-mana tetapi tetap bentuknya manusiawi jadi yang disini keurus yang disana tidak keurus. Memang sesat itu yang terlintas dipikiran saya…

Tetapi sempat meracuni saya dengan pikiran bahwa “mungkin benar juga” kalau kita lihat kegerakan itu hanya disana lalu pindah kesana lalu hanya disana, dan daerah ini dan itu dan kelihatannya sepertinya hanya kosentrasi ke daerah tertentu dan daerah lain terabaikan. Dulu di Indonesia ada kegerakan besar pada tahun 1992-1993 dimana banyak orang bertobat, saat itu Pdt. Reinhard Bonnke dan teamnya datang ke Indonesia berbulan-bulan membentuk team doa dan team follow up. Banyak orang bertobat pada tahun-tahun tersebut, termasuk saya walau saya bukan bertobat di KKR mereka tetapi di gereja kecil di desa terpencil di ujung kota Bondowoso di Jawa Timur.

Setelah lewat tahun itu, dan sampai saya menulis surat ini, tidak kurasakan ada gerakan seperti itu lagi, banyak orang bertobat dan berapi-api dalam melayani Tuhan. Apakah karena dulu saya muda dan banyak waktu kini saya sudah beristri dan anak, memikirkan pekerjaan dan tidak banyak waktu sehingga rasanya ‘adem ayem’ ???

Saat kuliat kaum muda di gerejaku… mereka terlihat juga ‘adem ayem’ bahkan terkesan lebih ‘borju’ dari jaman sebelumnya. Mungkin saya melihatnya dari jauh saja. Tidak tahu didalamnya…

Di Sekolah Minggu tempat saya mengajar, dulu tempat yang sangat berapi-api, acara Temu Remaja disana bisa dikunjungi sampai 200 orang lebih. Tetapi kini hanya 30-40 orang saja. Guru-gurunya juga terlihat mengajar karena kewajiban, alias terpaksa. Tidak terasa api yang membara. Jumlah murid di Sekolah Minggu juga mengalami penurunan. Oh Tuhan…. Dimanakah Engkau saat umatMu mengharapkan hangatnya Api Roh KudusMu?

Teman sepelayananku yang dulu bersama-sama melayani dan berapi-api didalam Tuhan kini tidak kutemui lagi. Dimana meraka? Yeremia, Tjikian, Liliana, Frans, Yusak dan Ronny mereka sudah tidak lagi melayaniMu Tuhan. Kini Danny, Peter dan Fee Ing sudah tidak lagi terlihat di Sekolah Minggu. Tinggal Aku dan istriku. Aku merasa sendirian… Bersyukur jika beberapa diantaranya telah memutuskan melayani sepenuh waktu seperti Pramono di Jakarta, Siek Sian di Taiwan, Hendry di Jakarta dan yang dituakan Bpk. Ayub di Bangka, Bpk. Daniel di Ausi dan Bpk. Rufus di Surabaya.

Tuhan apa yang terjadi sebenarnya disekitarku, di Indonesia? Mengapa kebangunan rohani itu berat, mengapa Api Roh Kudus itu terasa dingin? Oh Tuhan kapankah kau melawat aku… Aku rindu semua yang tertulis dalam Alkitab benar-benar dinyatakan dalam tanda-tanda dan mujizat. Benar-benar nyata seperti yang tertulis. Tuhan berikan aku iman…

Baca selengkapnya...

Senin, Januari 02, 2006

Bosan di awal 2006

BOSAN
Hari petama di tahun 2006. Rasanya membosankan. Koran masih saja membicarakan hal yang sama, tentang buruknya bangsa ini. Korupsi, kemunafikan, kelapran, penyakit, teror dan lain-lainnya. Seakan tidak mungkin untuk berubah. Korupsi dibrantas malah menjadi-jadi ditingkat bawah. Bahkan tidak malu-malu lagi. Kelaparan dimana-mana dan penyakit dimana-mana dianggap sepele. Belum lagi kondisi ekonomi yang tidak semakin baik, hampir semua orang yang saya jumpai tentang tahun 2006 tidak ada yang mengatakan lebih baik semua merasa lebih berat. Sementara posisi Indonesia di dunia semakin tahun semakin lemah. Barang-barang naik menjadi-jadi tatapi gaji tetap saja. Tidak ada yang baik di negri ini…

Tetapi mengapa aku ada disini. Terlahir di sini dan besar disini dan tidak ada niat hati untuk pergi dari sini. Aku berusaha untuk mengetahui tatapi sampai hari ini tetap saja tidak memahami. Bosan itu kata yang keluar dari meja kerjaku…

Bosan dengan semua keadaan disekelilingku, seperti terkurung dalam tempurung. Apa yang aku inginkan aku tidak tahu. Aku tidak mendengar wahyu atau vision atau apapun untuk menuntunku keluar dari keadaan membosankan ini. Di Sekolah Minggu seperti itu saja, tidak dapat bergerak jika sendirian. Di gereja pusat juga sama. Disekelilingku semua pada santai dan menyantap makanannya sendiri-sendiri. Dengan siapakah aku akan berjuang dan apakah yang akan aku perjuangkan?

Jika memang aku hambaNya maka tentu aku akan punya pekerjaan… aku menunggu…

Baca selengkapnya...

Jumat, November 25, 2005

Dari Pocket PC

Aku baru saja download PocketBlogger versi 1.2 dan mencoba kirim lewat Pocket PC. Semoga berhasil. Sayang tidak seperti tambahan program untuk Microsoft Word yg bisa kirim kalau sudah tulis. Kini kebalikannya connect dulu baru nulis. Tetapi cukup asik juga jadi tidak perlu musti buka PC kalau mau tulis isi kepala.

Selanjutnya saya tinggal tulis di PocketWord dan copy paste ke program ini lalu send.

Baca selengkapnya...

Jumat, November 11, 2005

Hidup yang Kosong

Hari ini saya merasa sepi dan kosong. Di kantor rasanya kosong mau mengerjakan apa, padahal banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Kosong dan malas untuk memulai mengerjakan sesuatu. Ini bukan yang pertama, dulu aku juga pernah seperti ini, malas untuk melakukan sesuatu, malas untuk menyelesaikan sesuatu, kosong dan ingin bebas.

Hidup ini untuk apa sebenarnya. Untuk apa kita hidup dan menjalani kehidupan ini. Dari hari ke hari kosong. Setiap hari ada tertawa, setiap hari ada jengkel, setiap hari ada sedih, setiap hari ada kawatir, setiap hari ada capek, lapar dan mengantuk. Besok pagi bagun juga mengalami hal-hal yang sama dan dari tahun ke tahun tetap seperti itu.

Saat manusia telah dewasa dan telah padat waktunya, maka hidup ini terasa hampa, setiap hari hanya masalah ini dan ini saja sambil menunggu matinya. Untuk apa?

Saat kita melihat jauh kedepan, melihat janji Allah tentang kehidupan sesudah kematian, tentang pahala, mahkota, upah dan kerjaaanNya. Seharusnya kita mengejar hal itu. Seharusnya kita bersemangat untuk itu.. Tetapi bagaimana dengan kehidupan kita didunia, kita butuh uang untuk hidup didunia ini dan untuk mencarinya kita harus bekerja dan bekerja itu menyita banyak waktu, tenaga dan pikiran kita. Tidak mungkin kita mendapatkan keduanya. Hidup berkecukupan dan kemuliaan yang besar di Surga. Tidak cukup waktu untuk keduanya. Mana yang harus aku pilih? Dalam hati kecilku aku mengharapkan dapat mengejar harta yang kekal tersebut sehingga hati ini tidak menjadi kosong tetapi dilain pihak aku membutuhkan uang lebih untuk kehidupan yang layak dan berkecukupan. Mana yang harus aku pilih?

Jika aku seorang bujang seperti pada saat aku sma atau kuliah, hidup sendiri tidak ada beban maka hidup seperti rasul-rasul juga tidak masalah, tidak ada beban, mau makan tidak makan, tinggal disana atau disini, tidak pakai atau pakai, tidak ada yang membebani selain diri sendiri. Tetapi kini aku sudah beristri dan memiliki dua orang anak yang lucu, mereka semua aku cintai dan mereka semua membuat aku tidak mungkin tidak membuat mereka berkecukupan dan terpelihara secara jasmani. Bekerja dan bekerja menghasilkan uang dan didunia ini semua keperluan, kebutuhan dan keinginan ditukar dengan uang.

Apakah aku telah menjadi hamba uang? Aku tidak bekarja gila-gilaan, masih ada waktuku untuk anak adan istriku, masih ada waktuku untuk beribadah, masih ada waktuku untuk banyak hal tetapi semuanya terbatas, tidak bisa lebih. Aku juga tidak memburu uang dengan segala cara, sebab cara yang tidak berkenan dihadapan Tuhan aku berusaha untuk menghindari. Bahkan oleh karena itu maka aku tidak bisa mendapatkan hasil maksimal. Bekerja tanpa bohong, tanpa uang pelicin,  tanpa mulut manis dan lain-lainnya yang tidak diperkenan Tuhan walau kadang juga terjatuh dalam hal-hal tersebut. Aku juga berusaha mencukupkan kebutuhan dan keinginanku sesuai dengan penghasilanku, berlajar barpada. Tidak, aku bukan hamba uang.

Bukan hamba uang, tetapi telah terikat dengan uang. Tanpa uang bagaimana kita bisa hidup didunia ini? Dan untuk mendapatkan uang bukankah kita harus bekarja, memberikan waktu, tenaga dan pikiran kita. Dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun. Aku marasa hidup kosong dan sia-sia, semuanya adalah kesia-siaan tetapi aku tidak dapat melepaskannya. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku tidak tahu dan berharap ada yang meberitahu jalan yang harus aku tempuh. Aku bosan dan sia-sia menunggu ajalku saja tanpa berbuat sesuatu untuk kehidupan kekal.

Baca selengkapnya...

Kamis, November 10, 2005

Liburan di Bali

Kembali ke Bali lagi. Ya tahun lalu kita sekeluarga ke Bali dan tahun ini kesana lagi. Melelahkan memang tetapi cukup menyenangkan. Dapet kamar suit lengkap dengan kolam renang sendiri tetapi bayar cukup harga deluxe. Lihat lumba-lumba, lihat taman karang, main di kuta, bedugul dan banyak lagi deh…

Setelah semua selesai akhirnya aku pulang juga… Capek tulis, besok aja.

Baca selengkapnya...

Jumat, Oktober 28, 2005

Hari yang gelisah

Hari ini aku pusing-pusing tujuh keliling,
Kemarin sore bos bicarakan soal klaim materi promo, kemudian ujung-ujungnya musti tambah lagi beberapa nota lagi untuk klaim padahal tidak buat. Pusing buat aku. Bagaimana aku bisa buat nota gak ada barangnya. Hari ini aku terima email dari bos soal itu agar segera teralisasi.

Kemarin saya sudah bersyukur sebab klaim sisa bisa tanpa bukti otentik hanya nota sebab aku tidak mau bohong tentang bukti tetapi hari ini cobaan datang lagi dan aku musti bagaimana? Biasanya bos tidak pernah menyuruh saya kaya beginian.

Entahlah kita lihat perkembangannya, yang pasti hatiku gelisah dan tidak enak. Kiranya Tuhan menolong saya mencari jalan keluarnya. Tanpa harus berbohong.

Baca selengkapnya...

Kamis, Oktober 27, 2005

Aku Coba

Ini aku tulis lewat Microsoft Word langsung, sekedar coba saja. Tetapi yang menarik ternyata iklan brutal juga tidak terlepas dari blog. Baru saja aku mulai baru, belum ada 15 menit telah muncul komentar dari seseorang. Waktu aku baca eh… ternyata iklan. Luar biasa cepat sekali. Kalau dunia blog telah dipenuhi iklan maka jadi tidak menarik lagi menaruh komentar disetiap tulisan.

Ya namanya aja pemula. Tetapi cukup menarik juga menulis sesuatu disini, aku pernah kesepian di Palembang didalam kamar hotel, tidak tahu mau apa akhirnya aku buka pocket pc dan menulis disana. Berikut yang aku tulis…

Kesenangan Dari Menulis

Manulis merupakan salah satu cara untuk mengutarakan isi hati dan pikiran.

Dengan menulis seseorang akan lebih leluasa dan berani dalam mengungkapkan sesuatu yang tersembunyi dalam hati dan pikirannya.

Menulis merupakan suatu kesenangan sendiri. Melepaskan segala yang membebani, lebih dari pada berkata-kata. Sebab kata-kata kita dibatasi oleh telinga kita sendiri.

Menulislah, utarakan semua yang tidak dapat dikatakan, selidiki hatimu dan tuliskanlah lebih berani. Selami pikiranmu dan tulislah pertimbangan dan idemu tanpa malu-malu, tanpa pembatas, tanpa ragu-ragu, karena seribu orang yang membacanya tidak lebih menakutkan dari pada sepasang telinga kita.

Menulislah dan menulislah. Itu akan membuatmu tersenyum. Seperti candu, menulis dapat membuat kita merasa terlepas dari kandang, lega dan ringan. Saat kita sadar kita telah menulis lagi.

3 Juli 2005, Palembang

Baca selengkapnya...

Permulaan dari pemula

Ehm, ini pertama aku menulis sesuatu di sini. Setelah beberapa hari terakhir aku mencari tahu apa itu blog atau weblog, dan sampailah pada keputusan untuk mencoba sendiri agar tahu dengan pasti apa itu blog. Pertama aku ingin coba di MyBlogSite.com sebab menurut dia sendiri yang paling baik fasilitasnya, tetapi sayang tidak bisa terima baru sebab lagi ini dan itu. Akhirnya aku jatuhkan pilihan pada pilihan kedua Blogger.com yang terbesar saat ini. Besar itu artinya lambat itu yang membuat aku tidak memilih Blogger pada mulanya.

Cuap-cuap dan tulis apa disini aku masih belum tahu. Aku akan coba tulis semua yang biasanya aku tulis di buku harianku (tapi yang ini dibaca semua orang jadi rasanya tidak lah), atau aku tulis tentang isi kepalaku seperti judul bloggerku. Ide yang gak pernah kesampaikan (sebab terlalu 'muluk'), tentang pendapatku soal ini dan itu, tentang emosiku dan mungkin juga tentang kayalanku (aku termasuk tukang kayal sejak kecil tapi tidak pernah di filemkan).

Hari ini cukuplah...

Baca selengkapnya...